
OKU TIMUR – Kepolisian Sektor (Polsek) Belitang II Polres OKU Timur terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional yang digalakkan pemerintah. Melalui fungsi fungsional di lapangan, jajaran personel Polsek Belitang II turun langsung berinteraksi dengan para petani untuk melakukan monitoring, koordinasi, sekaligus memberikan motivasi dalam mengelola sektor agraria lokal.
Langkah proaktif ini diwujudkan melalui kegiatan pengecekan lapangan yang dipimpin langsung oleh Ps. Kanit Intelkam Polsek Belitang II, AIPDA Agam Riyanto, S.H. Kegiatan ini berfokus pada pemantauan potensi sektor hortikultura guna memastikan stabilitas pasokan pangan dan mendeteksi lebih awal kendala yang dihadapi oleh para pelaku usaha pertanian di wilayah hukum Polsek Belitang II.
Dalam kegiatan sambang pertanian kali ini, Kanit Intelkam menyambangi salah satu lahan produktif milik warga yang menaruh perhatian besar pada budidaya tanaman pangan. Adapun data pemilik dan karakteristik lahan pertanian yang dilakukan pengecekan adalah sebagai berikut:
- Nama Pemilik Lahan : Sdr. Muslimin
- Umur : 51 Tahun
- Pekerjaan : Petani
- Alamat : Desa Darma Buana, Kecamatan Belitang II, Kabupaten OKU Timur
- Jenis Komoditas : Tanaman Cabai
- Luas Lahan : \frac{1}{4} Hektar (Ha)
Kunjungan ini disambut hangat oleh Sdr. Muslimin di area perkebunannya. Pengecekan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari melihat kondisi fisik pertumbuhan tanaman cabai, sistem pengairan, hingga pola pemupukan yang diterapkan untuk mengantisipasi serangan hama tanaman.
AIPDA Agam Riyanto, S.H. menjelaskan bahwa komoditas seperti cabai merupakan salah satu jenis pangan hortikultura yang sangat berpengaruh terhadap laju inflasi daerah jika terjadi lonjakan harga atau kelangkaan stok. Oleh sebab itu, fungsi Intelkam memandang penting untuk melakukan monitoring secara berkala pada sektor ini.
Selain melakukan pendataan terhadap luas tanam dan perkiraan masa panen, kehadiran personel Polsek Belitang II ini juga berfungsi sebagai wadah “belanja masalah” (serap aspirasi). Petani dapat menyampaikan langsung apabila menghadapi kendala, seperti kesulitan mendapatkan pupuk subsidi, modal, maupun gangguan keamanan di area perkebunan yang dapat mengancam produktivitas pertanian mereka.
Melalui pendampingan yang intensif ini, diharapkan para petani di wilayah Kecamatan Belitang II, khususnya di Desa Darma Buana, semakin termotivasi untuk mengoptimalkan lahan yang mereka miliki. Sinergi antara kepolisian dan sektor pertanian ini diharapkan mampu menciptakan ketahanan pangan yang mandiri, kuat, dan berkelanjutan di tingkat desa.
Seluruh rangkaian kegiatan pengecekan dan dialogis bersama petani di lapangan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar, serta mendapatkan respons positif dari masyarakat setempat yang merasa diayomi dengan kehadiran Polri di sektor pertanian.





