
OKU TIMUR – Mengingat pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah terjadinya bencana asap, jajaran Polsek Belitang II terus berkomitmen melakukan langkah-langkah preventif. Salah satu upaya nyata yang dilakukan adalah melalui edukasi intensif mengenai larangan membakar hutan dan lahan kepada masyarakat di wilayah hukumnya.
Pada hari Senin, 30 Maret 2026, sekitar pukul 10.10 WIB, personel piket Polsek Belitang II yang dipimpin oleh Aipda Khairil Fikri melaksanakan giat penyebaran Maklumat Kapolda Sumatera Selatan tentang larangan Karhutla. Kegiatan ini menyasar pemukiman warga dan para pemilik lahan di Desa Suka Jaya, Kecamatan Belitang II, Kabupaten OKU Timur.
Aipda Khairil Fikri bersama anggota piket lainnya menyambangi warga secara door-to-door serta titik kumpul masyarakat untuk membagikan selebaran maklumat. Selain itu, maklumat juga ditempelkan di tempat-tempat strategis seperti kantor desa dan warung-warung agar mudah terbaca oleh khalayak ramai.
”Kami hadir untuk mengingatkan kembali kepada warga, khususnya para petani di Desa Suka Jaya, bahwa membuka lahan dengan cara dibakar adalah tindakan yang dilarang oleh undang-undang. Dampaknya sangat merugikan, baik dari sisi kesehatan maupun ekonomi akibat kabut asap,” ujar Aipda Khairil Fikri di sela-sela kegiatannya.
Dalam dialognya bersama warga, Aipda Khairil Fikri juga menjelaskan sanksi pidana yang cukup berat bagi pelaku pembakaran lahan secara sengaja. Ia mengajak masyarakat untuk beralih ke metode pembukaan lahan yang lebih ramah lingkungan dan segera melaporkan kepada pihak kepolisian jika menemukan titik api (hotspot) di sekitar wilayah mereka.
Kapolsek Belitang II menyatakan bahwa kegiatan sebar maklumat ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap lingkungan hidup. Dengan adanya sosialisasi yang masif, diharapkan kesadaran masyarakat Desa Suka Jaya meningkat sehingga tercipta wilayah yang bebas asap dan aman dari ancaman kebakaran hutan.
Hingga kegiatan berakhir pada siang hari tersebut, situasi di Desa Suka Jaya terpantau aman dan kondusif. Warga menyambut baik imbauan tersebut dan berkomitmen untuk bersama-sama menjaga lingkungan dari bahaya Karhutla.





