
OKU TIMUR – Menindaklanjuti kebijakan Pemerintah Pusat terkait penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Non-Subsidi, jajaran Kepolisian Resor (Polres) OKU Timur bergerak cepat melakukan langkah preventif. Hal ini dilakukan guna menjamin kelancaran distribusi serta memastikan situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) tetap kondusif di area objek vital.
Pada hari Sabtu, 18 April 2026, sekitar pukul 16.00 WIB, tim gabungan Polres OKU Timur melaksanakan kegiatan monitoring dan pengamanan intensif di SPBU 24.323.151 yang berlokasi di Desa Tulung Sari (BK 14), Kecamatan Belitang Mulya.

Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan Surat Perintah Kapolres OKU Timur Nomor: Sprin / 360 / IV / PAM.3. / 2026. Pengamanan dilakukan oleh personel lintas unit dan sektor guna memastikan pengawasan yang menyeluruh, di antaranya:
- AIPDA Bedy Ibrahim Putra & AIPDA Hendro Saputro, S.E. (Polsek Belitang II)
- BRIPKA Sandro Gustian & BRIPTU Krisma (Polsek Belitang III)
- BRIPKA Nandar R. (Polsek SS III)
- BRIPKA Andri Suseno
- BRIPDA I Wayan Bima (Sat Lantas Polres OKUT)
- AIPDA Eko Budi A. (Si Propam Polres OKUT sebagai unsur pengawas personel)
Berdasarkan koordinasi dengan Supervisor SPBU, Bapak Marsuwan, petugas melakukan pengecekan terhadap ketersediaan stok bahan bakar. Hingga saat pemantauan dilakukan, tercatat sisa stok pada tangki pendam adalah sebagai berikut:
- Pertamax: 500 Liter
- Pertamina Dex: 497 Liter
- Pertalite: Nihil (Menunggu jadwal pengiriman rutin)
Terkait distribusi, pihak SPBU mengonfirmasi bahwa alokasi pengiriman berjalan sesuai permintaan manajemen, yakni Dexlite sebanyak 4 KL per minggu, Pertamax sebanyak 8 KL setiap 4 hari, dan Pertalite sebanyak 8 KL setiap 2 hari
Penyesuaian harga yang terjadi saat ini merupakan implementasi dari regulasi nasional yang mengacu pada Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022. Meskipun terdapat perubahan harga pada jenis BBM Non-Subsidi, pantauan di lapangan menunjukkan aktivitas pengisian bahan bakar oleh kendaraan roda dua (R2) maupun roda empat (R4) tetap berjalan normal.
Petugas di lapangan melaporkan bahwa tidak terjadi antrean panjang yang mengganggu arus lalu lintas maupun ketertiban di area SPBU. Masyarakat terpantau menyikapi penyesuaian harga ini dengan tetap tenang dan tertib.
Kapolsek Belitang II menegaskan bahwa kegiatan monitoring ini akan terus dilakukan secara berkala. Fokus utama Polri adalah memastikan bahwa tidak ada praktik penyimpangan dalam distribusi BBM serta menjamin rasa aman bagi petugas SPBU maupun konsumen.
Hingga kegiatan berakhir, situasi di seputaran SPBU 24.323.151 Desa Tulung Sari dilaporkan dalam keadaan aman, lancar, dan terkendali. Polri mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh isu-isu yang tidak benar terkait ketersediaan BBM dan tetap mengikuti mekanisme pembelian yang telah ditetapkan.



