
KABUPATEN OKU TIMUR – Dalam rangka menyukseskan program pemerintah terkait penguatan ketahanan pangan nasional, jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Belitang II secara aktif terus melakukan pengawalan dan pendampingan di sektor pertanian. Langkah nyata ini ditunjukkan oleh Bhabinkamtibmas Polsek Belitang II, BRIPKA Hardianto, yang turun langsung ke lapangan untuk menyambangi para petani di wilayah binaannya.
Pada giat kali ini, BRIPKA Hardianto melaksanakan peninjauan dan pengecekan langsung terhadap perkembangan sektor pertanian di Desa Suka Jaya, Kecamatan Belitang II, Kabupaten OKU Timur. Fokus monitoring dilakukan pada komoditas tanaman pangan strategis, yakni tanaman jagung, yang menjadi salah satu andalan warga setempat dalam menjaga stabilitas ketersediaan pangan dan menggerakkan perekonomian desa.
Pengecekan dilakukan di atas lahan pertanian produktif seluas kurang lebih 5.000 meter persegi (m²). Lahan pertanian subur tersebut merupakan milik Bapak Lasno, seorang petani lokal berusia 43 tahun yang bertempat tinggal di Desa Suka Jaya, Kecamatan Belitang II.
Di lokasi tersebut, BRIPKA Hardianto berdialog langsung dengan Bapak Lasno untuk memantau sejauh mana pertumbuhan tanaman jagung, kondisi kesuburan tanah, ketersediaan pupuk, hingga potensi kendala yang dihadapi petani seperti serangan hama maupun pengaruh cuaca. Pengecekan berkala ini penting dilakukan oleh personel Bhabinkamtibmas agar apabila terjadi kendala di lapangan, dapat segera dikoordinasikan dengan penyuluh pertanian lapangan (PPL) setempat demi mengantisipasi gagal panen.
Secara terpisah, pihak Kepolisian Polsek Belitang II menegaskan bahwa kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah-tengah sektor pertanian bukan sekadar memonitor situasi kamtibmas, melainkan sebagai bentuk dukungan moril dan motivasi bagi para petani agar tetap semangat dalam mengelola lahan mereka. Kehadiran Polri diharapkan mampu menjalin kemitraan yang solid dalam mewujudkan swasembada pangan, khususnya di wilayah hukum Polsek Belitang II, Polres OKU Timur.
Giat monitoring ketahanan pangan ini berjalan dengan aman, tertib, dan mendapatkan respons yang sangat positif dari pemilik lahan serta warga sekitar yang merasa diperhatikan oleh kehadiran aparat kepolisian di sektor pertanian.





