
OKU TIMUR – Dalam rangka mempererat tali silaturahmi serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Polsek Belitang II Polres OKU Timur menggelar kegiatan Nonton Bareng (Nobar) Piala Dunia 2026. Acara yang dikemas penuh kehangatan dan kebersamaan ini berlangsung pada Sabtu dini hari, 27 Juni 2026, bertempat di Aula Mapolsek Belitang II.
Dimulai sekira pukul 02.00 WIB, kegiatan nobar ini dihadiri langsung oleh Kapolsek Belitang II, IPTU Toni Aji, S.H., M.H., didampingi Kanit Binmas AIPTU Eko Budi S., Ka SPK III AIPTU Made Sumatra, serta jajaran personel Polsek Belitang II. Tidak hanya internal kepolisian, acara ini juga dihadiri oleh tokoh masyarakat serta warga sekitar yang antusias menyaksikan laga sarat gengsi di panggung sepakbola tertinggi dunia.
Suasana keakraban begitu terasa di dalam Aula Polsek ketika jalannya pertandingan mempertemukan laga sengit antara Timnas Norwegia melawan Prancis. Kendati waktu sudah menunjukkan dini hari, antusiasme warga yang hadir tetap tinggi. Setelah melalui drama pertandingan 90 menit yang seru, tim ayam jantan Prancis akhirnya menyudahi perlawanan Norwegia dengan skor mencolok 4-1.
Kapolsek Belitang II, IPTU Toni Aji, S.H., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar hiburan menonton pertandingan sepakbola biasa. Lebih dari itu, agenda ini merupakan langkah konkret implementasi program Cooling System yang diinisiasi oleh Polsek Belitang II Polres OKU Timur.
Melalui momentum Piala Dunia 2026, pihak kepolisian memanfaatkan ruang informal ini sebagai sarana komunikasi sosial yang humanis. Pendekatan ini dinilai sangat efektif untuk meruntuhkan sekat pembatas antara aparat penegak hukum dan masyarakat, sehingga kemitraan yang kuat dalam menjaga Kamtibmas dapat terus dirawat secara berkelanjutan.
Seluruh rangkaian kegiatan nonton bareng berakhir sekira pukul 04.00 WIB. Hingga peluit panjang dibunyikan dan warga kembali ke rumah masing-masing, situasi di sekitar wilayah hukum Polsek Belitang II terpantau aman, lancar, tertib, dan kondusif. Langkah preventif melalui pendekatan kultural seperti ini diharapkan dapat terus memupuk rasa aman dan nyaman di tengah-tengah masyarakat OKU Timur.





