
OKU TIMUR — Suasana khidmat dan penuh semangat keagamaan serta nasionalisme menyelimuti Padepokan Joyo Kawijayan, Desa Sumber Harapan, Kecamatan Belitang II, Kabupaten OKU Timur. Pada Sabtu malam (27/06/2026), mulai pukul 20.00 WIB, telah dilaksanakan kegiatan Syahadahan Warga Baru Ikatan Pencak Silat Pagar Nusa Ranting Belitang II.
Acara tahunan yang sakral ini diikuti oleh 44 orang peserta warga baru Pagar Nusa yang siap mengabdi kepada agama, bangsa, dan negara melalui seni bela diri pencak silat di bawah naungan Nahdlatul Ulama. Tak hanya sebagai momentum pengukuhan fisik dan mental, agenda ini juga menjadi wadah penguatan spiritual serta silaturahmi antar-organisasi dan aparatur keamanan setempat.
Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah tokoh penting, pejabat struktural organisasi, dan unsur kepolisian, antara lain:
- Sugianto (Wakil Ketua I, mewakili Ketua Cabang PSNU Pagar Nusa Kab. OKU Timur)
- Triguno Purnomo (Ketua Organisasi Pencak Silat PSHW Kab. OKU Timur)
- Aipda Aan Afrianto (Ka. SPK I, mewakili Kapolsek Belitang II)
- Daryanto (Kepala Desa Sumber Harapan)
- KH. Syaikoni Hasim, S.If (Tokoh Sesepuh Padepokan Joyo Kawijayan)
- Ali Mustofa (Pembina Padepokan Joyo Kawijayan)
- Ahmad Saifudin, S.Hi., S.Pd.I., M.Pd (Ketua Padepokan)
- Muhlisin, S.Pd (Ketua Panitia Pelaksana)
- Serta para orang tua/wali dari 44 warga baru Pagar Nusa yang dengan penuh khidmat menyaksikan jalannya prosesi.
Acara diawali dengan pembukaan yang megah, dilanjutkan dengan lantunan suci Ayat-Ayat Al-Qur’an yang menambah kekhusyukan malam pengukuhan. Jiwa nasionalisme dan militansi organisasi kemudian dibakar melalui menyanyikan bersama lagu kebangsaan Indonesia Raya yang disusul dengan Mars Pagar Nusa.
Memasuki sesi sambutan, Ketua Panitia, Muhlisin, S.Pd., menyampaikan laporan kesiapan dan terima kasih atas dukungan semua pihak. Sambutan kemudian dilanjutkan oleh perwakilan Ketua Cabang PSNU Pagar Nusa Kab. OKU Timur dan Kepala Desa Sumber Harapan yang senantiasa berpesan agar para warga baru dapat menjaga nama baik organisasi serta menjadi pelopor kedamaian di masyarakat.
Puncak acara ditandai dengan Pembacaan Ikrar dan Naskah Baiat, sebuah sumpah setia untuk membela para ulama, menjaga NKRI, dan mengamalkan ilmu dengan bijak. Setelah prosesi sakral tersebut, dilakukan Penyerahan Tanda Syahadahan secara simbolis kepada 44 warga baru. Guna memeriahkan acara dan menunjukkan ketangkasan hasil latihan, para pendekar Pagar Nusa juga menampilkan atraksi debus pencak silat yang memukau para hadirin. Acara pun resmi ditutup dengan doa bersama.
Guna mengantisipasi adanya gangguan kamtibmas dan memastikan acara berjalan sesuai rencana, personel dari Polsek Belitang II diterjunkan langsung ke lokasi untuk melakukan pengamanan ketat. Sinergitas pengamanan terjalin sangat baik berkat bantuan dari internal bentukan Pagar Nusa (Pasukan Inti/Pater).
Kegiatan Syahadahan yang merupakan agenda rutin tahunan keagamaan dan pengesahan ini berakhir pada pukul 23.30 WIB. Berkat kedewasaan berorganisasi serta koordinasi yang matang antara panitia, padepokan, dan aparat kepolisian, seluruh rangkaian acara berjalan dengan aman, lancar, tertib, dan kondusif.





