
OKU TIMUR – Dalam rangka mendukung program penguatan ketahanan pangan nasional, Personel Polsek Belitang II terus aktif turun ke lapangan guna memantau sekaligus memberikan motivasi kepada para petani lokal di wilayah hukumnya.
Pada hari ini, Aiptu Made Sudarsa, selaku Ka SPK II Polsek Belitang II, melaksanakan giat sambang dan pengecekan langsung ke lahan pertanian milik warga di Desa Persiapan Sumber Makmur, Kecamatan Belitang II, Kabupaten OKU Timur. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memastikan ketersediaan stok pangan serta menjalin kedekatan dengan masyarakat agraris.
Dalam kunjungan tersebut, Aiptu Made Sudarsa menyambangi lahan jagung milik seorang petani setempat dengan rincian sebagai berikut:
- Nama Pemilik: Bapak Suparman
- Usia: 42 Tahun
- Pekerjaan: Petani
- Komoditas: Tanaman Jagung
- Luas Lahan: ± 30 x 30 Meter²
- Lokasi: Desa Persiapan Sumber Makmur, Kec. Belitang II
Setibanya di lokasi, Aiptu Made Sudarsa berdialog langsung dengan Bapak Suparman mengenai perkembangan masa tanam, kendala yang dihadapi di lapangan, hingga ketersediaan pupuk. Pengecekan ini bertujuan untuk memetakan potensi hasil panen di wilayah Belitang II yang nantinya diharapkan dapat menjaga stabilitas pasokan pangan di tingkat desa maupun kecamatan.
”Kehadiran kami di sini bukan sekadar menjalankan tugas, tapi memastikan bahwa para petani merasa didampingi. Jika ketahanan pangan di tingkat desa kuat, maka secara nasional kita juga akan tangguh,” ujar Aiptu Made Sudarsa di sela-sela kegiatannya.
Selain melakukan pengecekan fisik tanaman jagung yang mulai tumbuh subur, beliau juga memberikan imbauan Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat). Masyarakat diingatkan untuk tetap waspada terhadap potensi pencurian hasil bumi menjelang masa panen serta diajak untuk menjaga keharmonisan antarwarga desa.
Kegiatan berlangsung dalam situasi yang aman, kondusif, dan penuh keakraban. Bapak Suparman selaku pemilik lahan mengapresiasi perhatian dari pihak kepolisian yang mau turun langsung melihat kondisi pertanian di desa mereka.





