Beranda / Berita / Sinergi Tanpa Batas: Personel Gabungan Kawal Khidmatnya Perayaan Nyepi di OKU Timur

Sinergi Tanpa Batas: Personel Gabungan Kawal Khidmatnya Perayaan Nyepi di OKU Timur

OKU TIMUR – Semangat toleransi dan kebersamaan antarumat beragama kembali terpancar nyata di Bumi Sebiduk Sehaluan. Pada Selasa siang (17/03/2026), Lapangan Sepakbola Desa Keli Rejo, Kecamatan Belitang II, berubah menjadi lautan manusia saat ribuan warga berkumpul untuk menyaksikan kemeriahan Pawai Ogoh-Ogoh dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1948.

​Demi memastikan kekhidmatan ritual keagamaan tersebut, Kapolsek Belitang II IPTU Toni Aji, S.H., M.H., CPHR, memimpin langsung personelnya untuk melakukan pengamanan ketat. Pengamanan ini didasarkan pada Surat Perintah Kapolres OKU Timur Nomor: Sprint/287/III/PAM 3.2/2026, dengan melibatkan personel gabungan dari Polsek Rayon II, Koramil Belitang II, Dishub, Sat Pol PP, Linmas, Banser, hingga Pecalang.

​Acara yang dimulai pukul 14.00 WIB ini dihadiri langsung oleh Bupati OKU Timur, Ir. H. Lanosin, S.T., M.T., M.M. Kedatangan orang nomor satu di OKU Timur tersebut disambut hangat dengan Tari Panyembrahne dan penampilan tari kreasi yang memukau. Dalam sambutannya, Bupati Lanosin mengapresiasi kerukunan yang terjalin, terutama karena perayaan Nyepi tahun ini bertepatan dengan momentum bulan suci Ramadan.

​”Hormat-menghormati antaragama sangat penting dan harus tetap kita jaga. Semoga dengan Hari Raya Nyepi dan ibadah puasa ini, kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi, membawa OKU Timur maju lebih mulia,” ujar Bupati dalam arahannya sebelum membuka acara dengan pemukulan gong dan pemotongan pita.

​Sebanyak 13 Ogoh-ogoh raksasa yang merupakan hasil kreativitas dari 5 desa adat—Desa Darma Buana, Tegal Besar, Keli Rejo, Karang Manik, dan Suka Jaya—diarak menuju lapangan. Sekitar 1.000 warga antusias memadati lokasi, namun situasi tetap terkendali berkat kesigapan aparat di lapangan.

​Kapolsek Belitang II, IPTU Toni Aji, menegaskan bahwa kehadiran Polri bukan hanya sebagai pengamanan fisik, tetapi juga sebagai bentuk dukungan terhadap kemerdekaan beribadah bagi seluruh lapisan masyarakat. Tokoh lintas agama dari Kristen, Katolik, dan Budha turut hadir, menambah kental suasana persaudaraan dalam acara tersebut.

​Setelah rangkaian doa dan sambutan selesai pada pukul 17.05 WIB, Bupati OKU Timur meninggalkan lokasi. Namun, tugas personel Polsek Belitang II tidak berhenti di situ. Mengingat massa yang cukup besar, petugas langsung melakukan pengaturan lalu lintas di titik-titik rawan guna mencegah kemacetan saat Ogoh-ogoh diarak kembali ke desa masing-masing untuk ritual pembakaran.

​Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 17.30 WIB. Berkat koordinasi yang solid antara kepolisian, TNI, dan elemen masyarakat seperti Banser serta Pecalang, kegiatan berlangsung dengan Aman, Tertib, dan Kondusif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *