
BELITANG II – Menjamin kemerdekaan beribadah serta memberikan rasa aman kepada seluruh pemeluk agama merupakan salah satu komitmen prioritas yang terus dipegang teguh oleh jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Belitang II Polres OKU Timur. Guna mewujudkan hal tersebut, personil Polsek Belitang II dikerahkan secara maksimal untuk melaksanakan pengamanan ketat pada kegiatan ibadah perayaan Kenaikan Yesus Kristus di Gereja Paroki Para Rasul Kudus, Desa Tegal Sari, Kecamatan Belitang II, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Kamis (14/05/2026).
Ibadah yang dimulai sejak pagi hari sekira pukul 07.00 WIB ini berlangsung dengan penuh khidmat dan kedamaian. Pelaksanaan ibadah suci umat Kristiani tersebut dipimpin langsung oleh Romo Kusmaryadi, SCJ, serta diikuti oleh kurang lebih 200 (dua ratus) orang jemaat yang datang dari berbagai penjuru wilayah sekitar desa binaan.
Demi memastikan jalannya ibadah dari awal hingga akhir tanpa ada gangguan sekecil apa pun, Polsek Belitang II menerjunkan personil gabungan berdasarkan Surat Perintah (Sprin) Pengamanan Kenaikan Isa Al Masih Polres OKU Timur Nomor: Sprin / 488 / V / PAM 5.1.1 / 2026. Jalannya pengamanan dipimpin langsung oleh Kapolsek Belitang II selaku Kepala Pengamanan Wilayah (KAPAMWIL Belitang II), IPTU Toni Aji, S.H., M.H., dengan didampingi oleh Perwira Pengamanan Personil (PAM Personil), IPTU G.K Adiyanta, S.E.
Selain itu, ploting personil tangguh di lapangan juga diisi oleh jajaran Bhabinkamtibmas dan anggota Polsek Belitang II yang sigap berjaga, antara lain AIPTU Made Sumatra, AIPDA Bedy Ibrahim Putra, AIPDA Idrus Salim, serta BRIGADIR Dody Yuristianto.
Sebagai langkah antisipasi dini (preventif) terhadap potensi kerawanan kejahatan jalanan, sebelum para jemaat memasuki gereja, personil pengamanan Polsek Belitang II terlebih dahulu melakukan sterilisasi area dan melakukan pengawasan ketat di lokasi kantong parkir kendaraan. Petugas kepolisian bahu-bahu bersama pemuda dan jemaat gereja setempat memantau pergerakan di area parkir guna mempersempit ruang gerak pelaku tindak pidana pencurian, khususnya curat, curas, dan curanmor (3C).
”Kehadiran kami di tengah-tengah jemaat merupakan representasi dari komitmen Polri dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan prima kepada masyarakat. Melalui pengawasan ketat di titik rawan seperti lokasi parkir dan pintu masuk, kami ingin memastikan para jemaat bisa beribadah secara fokus, khusyuk, dan tenang tanpa merasa khawatir akan keselamatan diri maupun kendaraan mereka,” tegas IPTU Toni Aji, S.H., M.H.
Melalui kerja sama yang sinergis antara pihak kepolisian, pengurus Gereja Paroki Para Rasul Kudus, serta kesadaran kamtibmas yang tinggi dari seluruh jemaat, rangkaian ibadah perayaan Kenaikan Yesus Kristus ini selesai dilaksanakan sekira pukul 08.30 WIB. Berdasarkan laporan terkini dari lapangan, situasi di area gereja dan sekitarnya dilaporkan berjalan dengan aman, tertib, lancar, dan sangat kondusif.




